Bacalah, walaupun cuma satu ayat.

kalian pasti pernah mendengar kata-kata tersebut, khususnya bagi seorang muslim.

Lantas bagaimana dengan kata-kata berikut ini:

menulislah, walau cuma satu kalimat.

Ini tentu saja untuk para penulis.

Namun, ada sesuatu yang menggelitik hati saya berkaitan dengan dua kalimat tersebut.

Di suatu kesempatan wawancara saat saya menjalani tes di sebuah sekolah, saya ditanya apakah saya rajin membaca alquran atau tidak. Dan di sela-sela jawaban saya, saya menyematkan kalimat yang telah saya sebut diatas: bacalah walau cuma satu ayat sehari. Dan serta merta sang pewawancara berkomentar,” Wah kasihan banget Al-quran-nya dianggurin. Masa cuma baca satu ayat.”

Saya lantas berpikir dan menghubungkannya dengan konteks menulis: kasihan ya laptop dan buku catatannya dianggurin, hanya ditulisi satu kalimat saja setiap hari.

Hmm…menurut pendapat anda sendiri, apakah satu ayat atau satu kalimat sehari itu cukup? lantas sebenarnya seberapa banyak kita mesti membaca atau menulis setiap harinya?

jawaban saya, satu itu tentu saja tidak cukup!

Coba anda bayangkan, apa yang bisa anda dapatkan hanya dalam satu ayat atau satu kalimat? Ya, mungkin saja ada tapi itu hanya dalam jumlah yang kecil sekali. Sementara sebuah pemahaman yang baik kita dapatkan ketika sebuah tulisan dibaca sampai habis, tak terputus.

Lantas bagaimana baiknya?

Menurut hemat saya, membaca atau menulislah sebanyak-banyaknya. Satu ayat atau satu kalimat takkan memberikan anda cukup ilmu.

satu ayat atau satu kalimat hanyalah sebuah kalimat motivasi atau bisa dibilang perumpamaan, lebih baik satu daripada tidak. Tapi bila lebih ditelaah, lebih  itu lebih baik daripada satu. Satu hanyalah untuk orang-orang yang tidak bisa mengatur waktu mereka. Satu hanyalah buat mereka yang malas mengerjakan.

Jadi, rubahlah pemikiran anda.

jangan katakan bacalah walaupun cuma satu ayat, tapi katakan bacalah sebanyak mungkin yang saya mampu.

jangan katakan tulislah walaupun cuma satu kalimat, tapi katakan menulislah sebanyak mungkin yang saya mampu.

Dan jangan katakan bahwa anda hanya bisa satu.

karena itu menunjukkan bahwa anda tak bisa mengatur 24 jam waktu anda dengan baik.

semoga jadi perenungan!