(Memposting ulang catatan lama)

 

KEHILANGAN

adalah satu kata yang pastinya tak mau dialami oleh semua orang. Kehilangan dalam hal apa saja, baik benda, hewan ataupun orang yang disayangi…

 

KEHILANGAN

adalah satu kata saja tapi sensasinya bagaikan ada yang tercerabut dari dasar jiwa, meninggalkan lubang dalam yang menganga. Dan sekonyong-konyong si pemilik jiwa diliputi oleh kepedihan yang amat sangat. seolah ada darah yang mengucur disana dan butuh waktu lama agar darah itu mengering bahkan menutup kembali. Untung-untung bila bisa normal seperti semula.

 

Ya KEHILANGAN

adalah satu kata seperti dikatakan Letto:

rasa kehilangan hanya akan ada

jika kau pernah merasa memilikinya

 

Lantas bagaimana bila kau telah merasakannya?

Membiarkannya saja bersarang di jiwamu hingga ia menjalar dengan cepat ke hati dan pikiranmu?

lantas kau bagai mayat hidup, merasa tak ada arah dan tujuan lagi?

 

kalau begitu coba bayangkan bila kau mesti meniti sebuah jembatan gantung. Dan di bawahmu ada jurang yang dalam. Kau sudah sampai di tengah ketika tiba-tiba kau menyadari ada yang salah dengan pijakanmu. Bukan! Bukan pijakanmu! tapi tali yang kau injak seolah menjorok ke bawah. Tali-tali yang kau injak ternyata tak mampu menahan beratmu dan beban yang kau bawa di pundakmu. Dan lama-kelamaan bila kau biarkan begitu saja, tali tersebut akan putus. Dan habislah riwayatmu.

 

Saat itu pilihanmu satu-satunya adalah melepaskan beban yang kau bawa: ransel yang penuh padat. Kau sangat keberatan karena isi ransel itu adalah barang-barang yang akan sangat kau perlukan dalam perjalananmu. Tapi kau mesti berpikir cepat : melepaskan barang-barang itu atau nyawamu yang lepas.

Akhirnya dengan berat hati, kau buang separuh makananmu, beberapa potong baju tebalmu, dan sebuah selimut.

Dan tali pijakan kembali normal seperti semula…

 

Adakah yang bisa kau simpulkan dari cerita diatas?

Teman, kehilangan memang menyakitkan. Tapi adakah kita sadar, makna kehilangan itu sendiri.

Terkadang, dengan merasakan kehilangan, hidup kita akan terasa lebih baik. Ya, seperti cerita diatas.

 

Renungkanlah

Siapa tahu:

Dengan merasakan kehilangan, kau malah akan menemukan sesuatu yang lain yang lebih baik, yang merupakan tujuan yang kau cari-cari selama ini.

Dengan merasakan kehilangan, kau menjadi lebih menghargai makna sebuah kehadiran dalam hidup dan itulah yang akan mendewasakanmu.

Dan dengan merasakan kehilangan, kau akan belajar bahwa hanya kata IKHLAS yang mampu membuatmu bertahan dan menerima ungkapan LIFE MUST GO ON…

 

Teman, kehilangan memang menyakitkan

tapi lebih menyakitkan lagi bila kau tak bisa menerima itu semua

dan membiarkan dirimu menganiaya jiwamu sendiri…

 

Dan pilihan hidup ada di tanganmu

 

 

 

Palembang, 19 Maret 2011

berusaha menasehati diri sendiri atas kehilangan-kehilangan yang terjadi

 

“kei”