(memposting catatan lama)

Tak bisa dipungkiri jika kita ingin bersama orang yang kita cintai dan memilikinya…

tak bisa dipungkiri jika kita ingin mencintai orang yang kita cintai sepenuh hati bahkan kita juga ingin ia melakukan hal yang serupa pada kita…

ya tak bisa dipungkiri..

namun bagaimana bila takdir berkata lain…

kita tak bisa selalu bersamanya karena terpisah jarak dan waktu

atau yang lebih miris, kita sama sekali tak bisa bersamanya karena dia telah atau akan dimiliki oleh orang lain

atau…

kita mencintai dia, tapi dia mencintai orang lain..

hatinya mendua

bila dihadapkan dalam situasi seperti itu–sebuah situasi yang siapapun takkan mau menghadapinya….

maka yang aku bisa lakukan adalah ikhlas…

aku ikhlas melepasnya bila itu bisa buatnya bahagia

aku ikhlas melepasnya bila itu jalan terbaik buatnya..

aku ikhlas melepasnya bila ia ternyata bukan jodohku atau bahkan dia adalah jembatan bagiku untuk jodohku yang lain….

walau dalam hati, aku akui ada kepedihan yang mengoyak-ngoyak

yang bernama kehilangan….

kehilangan karena aku merasa memiliki…

tapi jujur, bila aku mesti memilih kebahagiannya atau kebahagianku

maka, aku lebih memilih kebahagiaannya..

karena sejatinya…

cinta adalah bahagia melihat orang yang kita cintai bahagia

karena kebahagian itu akan mendatangkan kebahagian tersendiri bagi hati yang mencinta…

asal aku bisa melihatnya tersenyum bahagia dengan apapun jalan atau orang yang ia pilih nantinya,

maka aku pun bahagia…

aku mencintai seseorang yang aku cinta karena Allah

tapi aku lebih mencintai Tuhan-ku itu karena Ia yang lebih tahu siapa yang tepat untuk mencintai dan dicintai oleh-ku

waulahualam wabisahab…..