Judul : SAPPORO
Tebal : vi + 302 hlm
Harga : Rp. 58.400,-
ISBN : 978-602-225-270-2

penerbit: leutika prio


Anda tahu Sapporo?

pernah mendengar kata ini?

Sapporo ternyata bukanlah sebuah nama biasa. Itu merupakan nama sebuah daerah di Jepang yang terkenal dengan saljunya.  Dan Sapporo pun menjadi inspirasi cerpen salah satu penulis dari antologi ini untuk kemudian dijadikan judul buku.

Sapporo merupakan antologi cerpen saya yang kesekian. Setelah sebelumnya saya banyak mengikuti berbagai lomba yang pada akhirnya karya-karya tersebut dibukukan, kali ini di antologi ini, saya melakukan hal yang berbeda.  Disini kami–keempatbelas penulis–berkumpul dan memutuskan untuk membuat buku bersama. Pengumpulan karya sendiri dimulai pada bulan November sampai dengan desember. Menunggu proses edit dan cetak dari mulai januari hingga Febuari. Total adalah empat bulan–waktu yang terhitung lumayan singkat untuk menerbitkan sebuah karya.

Keempat belas penulis menyumbangkan masing-masing 2 cerpen mereka. Dan dengan latar belakang berbeda, menetaslah 28 cerpen dengan tema yang berbeda pula. Sehingga menikmati cerpen-cerpen di antologi ini layaknya makan sekotak coklat, kau takkan tahu rasa apa yang kau dapat (mengutip perkataan Forest Gump)

Ada dua cerpen saya di dalam antologi ini.

Yang pertama berjudul Dalam Sebuah Nama: Laki-Laki. Dalam cerpen yang saya buat pada tahun 2010 lalu ini, saya bercerita tentang perjalanan 3 wanita dalam mencari belahan jiwa mereka. Uniknya, mereka : Ida, Alina dan Eliana, sama-sama mengalami tiga kali jatuh bangun dalam proses pencarian tersebut. Tapi anehnya walaupun proses itu sulit dan menorehkan luka, mereka tetap tak mau menyerah. Laki-laki, sebuah nama yang seolah memiliki daya magis tersendiri buat mereka.

Yang kedua berjudul Anakku Topeng Monyet. Cerpen ini saya buat pada tahun 2008 dan telah dipublikasikan di Majalah Sekar dua tahun sesudahnya. Bercerita tentang seorang Ibu yang sering memperlakukan anaknya dengan buruk sehingga mendapatkan teguran lewat sebuah mimpi topeng monyet. Apa hubungan antara topeng monyet dengan perlakuan pada anak? Silahkan anda baca sendiri di cerpen saya tersebut.

Dua puluh delapan cerpen dengan penulis berbeda dengan tema berbeda pula, rasanya sayang untuk anda lewatkan.

Apalagi dengan beragam pesan moral yang ada di dalamnya yang pastinya akan merubah pemikiran anda ke arah yang lebih baik.

Untuk pemesanan, anda bisa menghubungi langsung Leutika Prio atau kirim pesan saja ke akun leutika prio.

Semoga bermanfaat