Siang ini, saya membuka novel Sepatu Dahlan dan menemukan sebuah kisah Rasulullah SAW disana. Sebuah kisah yang sangat menarik dan menjadi pembelajaran bagi kita semua.

Ini dia kutipan kisah dari novel itu.

Suatu ketika seorang lelaki miskin dari kaum Anshar mendatangi Rasulullah untuk meminta sedekah agar keluarganya bisa makan hari itu. sahabat-sahabat yang duduk di sekeliling Rasulullah terkejut mendengar permintaan lelaki itu, karena zaman itu jarang ada yang meminta makanan kepada beliau.

Namun, Rasulullah tersenyum lembut dan bertanya barang apa saja yang dimiliki oleh sang peminta-minta itu. Lalu lelaki itu menjawab bahwa di rumahnya dia masih mempunyai selembar baju yang sedang dijemur dan sebuah gelas. Kemudian Rasulullah meminta lelaki itu untuk mengambil kedua barang itu.

Tak lama berselang, lelaki itu datang membawa dua barang miliknya, selembar baju dan sebuah gelas lantas menyerahkan kedua barang itu kepada Rasulullah. Dengan mata berbinar-binar, Rasulullah menanyakan harga barang di tangannya. Lelaki itu dengan tegas menjawab bahwa dulu dia membelinya dengan harga satu dirham. Lantas Rasulullah menawarkan kedua barang itu kepada sahabat-sahabat yang sedang duduk mengintarinya. Pada tawaran pertama, belum ada seorang pun sahabat yang bersedia membeli barang itu seharga lebih dari satu dirham. Rasulullah mengulang tawarannya. Seorang sahabat menyetujui tawaran itu dan langsung membayarnya dengan tunai. Uang hasil pembayaran pun diserahkan Rasulullah kepada lelaki itu.

Rasulullah berkata,” Belilah makanan untuk anak-istrimu dan sisanya kau belikan perkakas agar kau bisa mencari nafkah. Setelah lima belas hari, kau kemari lagi.”

Lelaki itu segera berlalu . Seorang sahabat mempertanyakan keputusan Rasulullah meminta lelaki itu agar menjual sisa hartanya yang dimiliki tapi Rasulullah tidak menjawab kecuali dengan senyuman.

Lima belas hari kemudian, lelaki itu datang lagi menghadap Rasulullah dengan membawa lima belas dirham dari upahnya bekerja dengan menggunakan kapak.

 

Dari kisah di atas, kita bisa memetik hikmah.

Jangan meminta belas kasihan orang lain, tapi kita harus mencari sendiri. Rasulullah sendiri mengajarkan pada kita lebih baik tangan diatas daripada tangan di bawah, bukan?

Allah menebarkan rezeki pada kita dari segala penjuru. Jangan takut kekurangan. Pasti ada jalan untuk mencari rezeki asalkan kita tetap berusaha, tidak berleha-leha dan bertawakal pada-Nya.

Dan yang paling penting dan utama: Kemiskinan tidak menjadi alasan bagi kita untuk menyerah pada nasib.

 

Semoga bermanfaat bagi kalian yang membacanya.

 

Salam,

Kei