Saya pernah membaca sebuah buku berjudul Kata-Kata Mutiara Kekuatan Cinta karya Irfan Toni Herlambang; kata-kata mutiara yang sungguh menyejukkan kalbu. Kata-kata itu saya catat baik-baik karena siapa tahu bakal berguna suatu hari nanti.

Dan sekarang, kata-kata penguat hati ini saya bagi pada kalian semua. Semoga bisa menjadi renungan

 

I

Teman cobalah untuk selalu mengingat setiap kebaikan dan kebahagian yang kita miliki.

Simpanlah semua itu di dalam kekokohan hati kita agar tak ada yang menghapusnya.

Torehkan kenangan kebahagian itu agar tak ada angin kesedihan yang mampu melenyapkannya.

Insya allah dengan begitu

kita akan selalu optimistis dalam mengarungi panjangnya hidup ini

 

II 

Saat kita mendapat kesusahan,

tulislah semua itu di pasir.

Biarkan angin keikhlasan

membawanya jauh dari ingatan.

Biarkan catatan itu hilang

bersama menyebarnya pasir ketulusan.

Biarkan semua itu lenyap dan pupus.

Namun ingatlah saat kita mendapat kebahagian,

pahatlah kemulian itu di batu

agar tetap terkenang

dan membuat kita bahagia.

Torehkanlah kenangan kesenangan itu

di kerasnya batu

agar tak ada yang menghapusnya.

Biarkan catatan kebahagian itu tetap ada.

Biarkan semuanya tersimpan

 

III 

Teman, burung tak pernah diajari terbang 

dan ikan tak pernah belajar untuk berenang.

Semuanya alami.

Semua berasal dari naluri.

Hal itu akan hadir pada setiap mahluk yang percaya akan kebesaran Allah.

Hanya Allah lah yang

memberikan kita kekuatan itu

 

IV

Teman anggaplah sebagai kebahagian 

apabila kamu jatuh ke dalam berbagai cobaan,

sebab anda tahu bahwa ujian menghasilkan ketekunan.

Dan biarlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang supaya anda menjadi sempurna,utuh dan tak

kekurangan suatu apapun.

 

V

Hatimu adalah wadah itu.

Perasaanmu adalah tempat itu.

Kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya.

Jadi jangan jadikan hatimu itu

seperti gelas.

Buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan

dan mengubahnya menjadi kesegaran dan kebahagian

 

VI

Kadang kita terlalu tinggi untuk mengakui kebenaran orang lain.

Kita enggan untuk menyetujui

pendapat mereka.

Bukan karena pendapat mereka

yang salah,

tetapi karena kita tak mau

merasa dikalahkan.

Kita sering terpesona dengan rasa picik dan tak suka

jika ada orang yang lebih baik.

 

VII

Bahagia adalah udara.

Kebahagian adalah aroma

dari udara itu.

Kita belajar bahwa bahagia itu memang ada dalam hati.

Semakin kita mengejarnya,

semakin pula kebahagian itu

akan pergi dari kita.

Semakin kita berusaha meraihnya,

semakin pula kebahagian itu

akan menjauh

 

VIII

Bahagia itu ada dimana-mana.

Rasa itu ada di sekitar kita.

Bahkan bahagia itu

hinggap di hati kita,

namun tak pernah kita memperdulikannya.

Mungkin juga

bahagia itu beterbangan

di sekeliling kita,

namun kita terlalu acuh untuk menikmatinya.