Tahukah

senandung hujan bercerita rumput liar 

Bertahan diremuk badai

Angin yang bermain dengan cakar pun

Tak mampu mengikisnya dari jejak tanah

Dan kau bisikkan nama itu padaku

lewat simfoni bintang

tersenyum dibalik pendar bidadari

—seperti kita memaknai tiap mimpi malam

Aku harus bagaimana,

Tertawa di balik semburat awannya

Atau menunggu sampai pelangi menyapa?

sekali lagi

Kuhirup desah-desah nafas mentari

pun cahaya bulan jingga

kakiku mendekap disini

Takkan kemana-mana.